Siapa Bilang Jogja Nyaman apalagi Ramah ? (Part 2)

Seputaran  Bank Mandiri cabang Sekip UGM cukup padat, saya adalah seorang pejalan kaki dan hendak menyeberang keluar dari gerbang bank tersebut. Saya menghentikan langkah karena sebuah mobil biru (saya tidak ingat merknya, sejenis dengan H*nda Jazz mungkin) hendak memasuki gerbang. Ternyata si mobil juga berhenti, seolah memberi isyarat untuk mempersilakan saya menyeberang terlebih dahulu. Karena tertegun maka saya sempatkan menengok, siapakah gerangan, pengendara mobil ini ?

Seorang laki-laki beruban dan berkacamata tersenyum manis…manis sekali😀 kepada saya, saya pun membalasnya dengan senyuman sebagai tanda terimakasih. Berbesar hati sekali pengendara mobil ini, mau mengalah pada seorang pejalan kaki.

Dalam hati saya berujar :

“Kakek !!  saya mau donk jadi cucumu “ *huehuehue



——————————————————————————————————————————————————————

What a wonderfull place?

Siapa bilang Jogja Nyaman apalagi Ramah?

Karena Jogja Sangat Nyaman dan Luar Biasa Ramah !!!


Mungkin dari beberapa pembaca ada yang berpendapat :

“Wah luar biasa, sangat jarang menemui orang-orang seperti mereka apalagi di kota.”

“ Biasa aja kale, memang harusnya seperti itu”

“membantu kan adalah kewajiban biasa ajalah gan “ atau ada yang punya pendapat lain ?

Apapun pendapat pembaca, sang penulis masih belajar untuk menghargai sebuah kebaikan dari perbuatan-perbuatan kecil yang diberikan dari orang lain apalagi dari orang-orang yang tidak kita kenal.

Karena bisa jadi perbuatan kecil inilah yang lebih bernilai dimata Alloh. Dibandingkan perbuatan-perbuatan besar (misal), Menggalang Dana, menjadi relawan, menjadi sukarelawan, beceramah, berdakwah dll, yang mungkin lebih banyak disisipi riya`.

Diriwayatkan Imam Ghazali pernah bermimpi, dan dalam mimpinya beliau mendapatkan kabar bahwa amalan yang kecil yang pernah beliau lakukan dan membawanya ke syurga  diantaranya adalah disaat beliau melihat ada seekor lalat yang masuk kedalam tempat tintanya, lalu beliau angkat lalat tersebut dengan hati-hati lalu dibersihkannya dan sampai akhirnya lalat itupun bisa kembali terbang dengan sehat.

Kita semua  pasti pernah melakukan sebuah kebaikan kecil (misal) tersenyum, mengucap salam, menjabat tangan saudara kita, meminjamkan pena, meminjamkan buku, mengirim SMS tausiyah, mengantar seorang kawan dengan motor/mobil kita, atau sekedar menyapa kawan ketika bertemu di jalan dll.

Luar biasa bukan ternyata banyak sekali kebaikan-kebaikan kecil yang mungkin bisa kita lakukan, dan ini lebih mudah kita lupakan, karena tanpa tendensi apapun maka nilai keikhlasannya bisa jadi lebih bernilai di mata Alloh.

Senantiasa membiasakan diri melakukan kebaikan-kebaikan dari hal yang kecil, sembari melatih otak kanan kita untuk belajar

mengharagai kebaikan-kebaikan kecil dari orang lain dari pada mengingat-ingat keburukan orang lain.

Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat”

Starting from Your self….kalau kita bisa mengharagai kebaikan kecil dari orang lain, maka dengan mudah pasti kita bisa menghargai diri kita (percaya diri) dan automaticly orang lain pasti juga akan menghargai kita !!!

Salam dahsyat, Optimis Senyum manis…minum susu yang banyak

~ oleh syamsa pada Desember 27, 2010.

2 Tanggapan to “Siapa Bilang Jogja Nyaman apalagi Ramah ? (Part 2)”

  1. terkadang hal kecil mampu membuat efek luar biasa. dahsyat. salam kenal mba risa ^^ *komen prtama delet aj y mba, ketinggaln 1 hrf ^_^v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: