Menghadapi Hujan Abu…(TIPS !!!)

Yogyakarta, Jumat  5 November 2010

Tepat pukul 01.03 saya dibangunkan oleh teman kos karena ada sedikit kegaduhan….VOILA ternyata Merapi kembali erupsi dan abunya bahkan kerikil menghujani (lagi !)  daerah Jalan Kaliurang km 4,5 (daerah UGM) dimana saya tinggal. Padahal jarak puncak Merapi dengan UGM sekitar 26 km. * ini lebih parah dibandingkan hujan abu yang terjadi pada Sabtu 30 oktober 2010 kemarin.

Tak ingin terlalu panik  *melihat Jakal (jalan Kaliurang.red) sangat crowded pada jumat dini hari. Langsung saja saya kembali ke kamar untuk search info terkait perkembangan Merapi via twitter di @jalinmerapi dan @JogjaUpdate, sembari membalas banyak sms yang masuk….dan inilah yang saya dapatkan :

  1. Batas aman dinaikan menjadi manjadi 20km, berdasarkan google earth UGM berjarak 26 km dari puncak Merapi
  2. Suara gemuruh dan kilatan yang semalam saya rasakan, ternyata bukan suara dari derasnya hujan (perlu diket 11/4/2010 daerah UGM dan sekitarnya hujan deras). Suara gemuruh dan kilatan berasal dari erupsi merapi dikarenakan tekanan magmanya sangat dalam, dengan kedalaman 6-8 kilometer. sumber: tempointeraktif.com
  3. Ribuan pengungsi dipindahakan di pos-pos pengungsian menuju Stadion Maguwoharjo, Kampus UII, STIE YKPN, Gelanggang UGM dll. Dan pada pagi harinya serentak ramai di twitter hashtag #NASIBUNGKUSMERAPI (sosialisasi and act peduli pengungsi)
  4. Beberapa sekolah dan kampus di Jogjakarta diliburkan (termasuk beberapa fakultas di UGM kecuali yang masih dalam masa UTS)
  5. Hingga tulisan ini diterbitkan 44 orang korban tewas dan 80 ribu mengungsi akibat  Merapi. sumber : vivanews.com
  6. Adanya debu akibat hujan abu membuat saya lebih preventif setelah mendapat sebuah SMS dari seoranga kawan :

Info PENTING : vulkanik komposisinya SiO2/Silika, mirip bahan industri kaca & merupakan glass hard yang sangat halus, tetapi jika dilihat secara mikroskopis tepi dan ujungnya runcing. hati-hati jika terhirup dan terkena mata. Sebarkan jika kamu peduli !!!

 

langsung saya search tentang bahaya vulkanik dan hasilnya bisa dilihat di:Debu Vulkanik Gunung Berapi Berbahaya

 

 

serta beberapa tips menghadapi abu vulkanik, berikut ada guideline yang terambil dari The International Volcanic Health Hazard Network dan telah disarikan

Barang-barang yg sebaiknya dipersiapkan sebelum hujan abu

Hujan abu yg lebat dapat menyebabkan  orang2 harus berada dalam ruangan selama berjam-jam bahkan berhari2 maka yg sebaiknya harus dipersiapkan dalam rumah adalah:

  • Masker debu dan pelindung mata (google mata untuk kerja kalau bisa)
  • Air minum secukupnya selama paling tidak 72 jam (3-4 L) per orang perhari
  • Makanan untuk sekeluarga dan hewan peliharaan selama 72 jam
  • Plastik pelindung (untuk menjaga elektronik agar tidak terkena debu)
  • Radio baterai dan baterai extra
  • Senter atau lampu emergency dan baterai extra
  • Lilin atau lampu minyak tanah (in case listrik mati)
  • Jika dingin, selimut ekstra dan pakaian hangat
  • Obat ekstra untuk semua keluarga dan hewan peliharaan
  • First Aid Kits
  • Alat pembersih debu
  • Sejumlah uang cash (in case ATM dan bank mungkin tdk berfungsi atau tidak dapat pergi jauh)
  • Untuk berjaga saat terjebak dalam kendaran, siapkan secukupnya supply emergency kit di kendaraan anda

 

Tindakan yg harus dilakukan selama persiapan

  • Tutup jendela dan pintu
  • Tempatkan handuk basah diantara celah2 pintu dan jendela. Isolasi celah bila perlu.
  • Untuk barang elektronik yg sensitive bisa dipindah ke tempat bebas debu atau ditutup dengan plastic pelindung
  • Bila punya bronchitis kronis, emfisema atau asma, berlindunglah di dalam dan cegah pendedahan (exposure) terlalu lama dengan debu
  • Usahakan agar ternak mempunyai stok makanan dan air
  • Bila mempunyai anak2 , cari tahu rencana emergency sekolah dan siapkan permainan atau games dalam rumah

 

Petunjuk saat hujan abu datang

  1. Jangan panik.
  2. Tetap berada dalam ruangan
  3. Jika berada di luar carilah tempat perlindungan spt mobil atau gedung terdekat
  4. Gunakan masker pelindung atau saputangan atau kaos basah untuk menutupi hidung dan mulut
  5. Gunakan pelindung mata untuk menghindari debu yg berbentuk kristal dan tajam
  6. Bila peringatan diberikan sebelum hujan abu, segeralah pulang ke rumah dengan segera
  7. Bila berada di tempat kerja, tetaplah berada di dalam ruangan
  8. Jangan gunakan jalur telepon untuk pembicaraan non-emergency
  9. Dengarkan radio/internet/tv lokal untuk mengetahui berita mengenai letusan gunung berapi
  10. Jangan gunakan lensa kontak (contact lense) karena bisa mengabrasi (melukai) kornea
  11. bila ada debu dalam air, tunggu sampai mengendap. Dan gunakan air bersih yg sdh dipersiapkan terlebih dahulu. Jangan gunakan air keran dan mesin cuci bila terdapat banyak kotoran dalam air. Air terkontaminasi biasanya ditunjukkan dengan perubahan rasa sebelum mengakibatkan resiko pada kesehatan.
  12. Sayuran di kebun bisa dimemasak tapi cucilah dahulu sampai bersih

 

Ket: The International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN) didirikan pada tahun 2003 dan merupakan sebuah kelompok ahli yang bersama-sama mempunyai tujuan untuk memahami dan menyoroti efek kesehatan karena emisi vulkanik. Anggota kelompok ini dari berbagai disiplin ilmu seperti vukanologi, kesehatan masyarakat dan toksikologi. Untuk informasi lebih jauh, kunjungi situs The International Volcanic Health Hazard Network. Tersedia banyak informasi seperti panduan masker yang direkomendasikan di situs tersebut.

~ oleh syamsa pada November 5, 2010.

Satu Tanggapan to “Menghadapi Hujan Abu…(TIPS !!!)”

  1. terimakasih mb.,,
    dahulu kalu ujan abu aku suka jalan-jalan biasa gakpakemasker lo.,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: