Sebelum kenal, tak ada kesan sayang…

Sebelum kenal, tak ada kesan sayang.

Setelah kenal dan akrab,

ada sedikit bertengkar,

kemudian rukun lagi dan banyak romantikanya.

Tangis dan tawa terus mewarnai.

Dan ketika hendak berpisah,

serasa sedih dan berat melepas kepergiannya.

Ini senantiasa terjadi dalam romantika persahabatan.

Demikian pula halnya yang terjadi diantara

MUSLIM dan RAMADHAN…

 

Kemarin dan pagi ini Alhamdulillah diberi kesempatan berbuka dan sahur kembali…berasa ini bulan Ramadhan dan kegiatan yang paling menyenangkan dan berpahala di bulan Ramadhan adalah memasak dan menulis

ya..ya…saya sangat suka menulis..apalagi menulis hal yang tidak penting seperti ini hahaha, padahal ada banyak hal yang lebih penting untuk ditulis seperti SKRIPSI -wouh-, tapi semoga dari hal-hal yang tidak penting seperti ini akan terkumpul sedikit demi sedikit menjadi hal yang penting Amien *berharap

Memasak adalah fitrah wanita *benarkah?* -hanya pendapat pribadi-

selalu menyenangkan melakukan kegiatan ini apalagi di bulan Ramadhan bersama teman-teman kosan (yang satu per satu mulai meninggalkan kos karena telah bergelar SARJONO eh SARJANA dinkz) hikz…

Kemarin sore

Sop Buncis

 

 

Tadi pagi

Mie Buncis -aku menyebutnya-

 

sebenarnya ini tragedi juga sich, sebuah misi penyelamatan diri dan penyelamatan sayuran mirip-mirip note sebelumnya tapi untuk yang satu ini juga diburu dengan waktu.

Pagi ini 23 September 2010 berniat bangun pagi buta untuk sahur tapi…

-Bagaimanapun manusia boleh berencana tapi Alloh yang menentukan-, halah ngeles, harusnya ada usaha donk he

Rencana bangun pagi hai malah bangun jam 03.15 dan baru beranjak dari kasur jam 03.28 fyuuh…

Wal hasil saya harus segera menyelamatkan diri untuk tetap bisa sahur tapi…

Saya baru ingat klo semalam belum memasak nasi, apalagi lauk atau sayur ;(

Karena tidak ada waktu lagi untuk memasak nasi dll, akhirnya saya memutuskan untuk membuat sesuatu dengan bahan yang tersisa saya sebut saja MIE BUNCIS tentunya masih dengan konsep SEHAT -without MSG-

 

Bahan:

– Mie instan(gunakan mie-nya saja, buang bumbu dan minyaknya)

– Buncis (sisa masak sop kemarin)

– Bawang merah 2 siung

– Bawang putih 2 siung

– Cabai sesuai selera

– Margarin untuk menumis

– garam, gula, lada secukupnya

 

Cara Membuat:

– Rebus mie hingga matang, tiriskan dan sisihkan

– Panaskan margarin untuk menumis, tumis bawang putih, bawang merah dan cabai hingga harum

– Masukan buncis tumis hingga layu kemudian tambahkan garam, gula dan lada

– Siram buncis tumis ini ke atas mie

 

*sebenarnya konsep pembuatan mie buncis ini, diadaptasi dari spaghetti yang diisiram saus bolognaise haha

*mie disini berfungsi sebagai karbohidrat pengganti nasi yang tidak sempat saya masak he..he

 

Ya Robb semoga dua hal yang begitu menyenangkan diatas tidak melalaikanku terhadap hal-hal menyenangkan lain di bulan Ramadhan

Tilawah…muroja`ah…hafalan…qiamulail…infaq…dhuha…dll *tertampar

~ oleh syamsa pada November 4, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: