Hukum Hudud (Cambuk) dan Rajam bagi Pezina Ditinjau dari Medis

This note repost from my beloved little sister  Intan Puspitasari

Bismillah..

Berawal dari perbincangan saya dengan seorang sahabat (Fauziah) mengenai gaya hidup remaja Eropa dan Asia sampailah di satu titik di mana kami mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh teman-teman ‘bule’ kami mengenai hukum-an dalam Islam. Kami mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan penjelasan yang kira-kira bisa diterima oleh logika orang barat (mungkin dengan sains atau analogi). Satu pertanyaan yang pernah dilontarkan oleh salah satu teman bule kami adalah mengenai hukum cambuk dan rajam dalam Islam bagi pezina.

Bagi mereka hukuman cambuk 100x bagi pezina yang belum menikah dan rajam bagi pezina yang telah menikah dinilai sangat tidak manusiawi dan tidak menyelesaikan masalah. Mereka jelas menentang hukuman ini (melihat kondisi di barat yang serba bebas, maka hukuman tersebut tidak dapat diterima). Namun ternyata ada penjelasan medis yang dapat membungkam penentangan mereka. Informasi ini saya ketahui dari seorang mahasiswi di Belanda kemudian saya mencoba mencari kejelasan lain lewat website-website (tolong dikroscek lagi jika berkenan). Bahwa hukum cambuk dan rajam ini dapat mencegah atau mengatasi penularan virus HIV (AIDS). Berikut ini adalah keterangan yang saya ambil dari tulisan Reza Kahar mengenai hikmah cambuk dan rajam.

***

Di dalam badan manusia, terdapat satu sistem pertahanan badan yang disebut sistem imuniti. Sel yang paling berperan di dalam menghasilkan sistem pertahanan badan adalah sel darah putih. Ada B Limfosit yang berkaitan dengan Imuniti Humoral atau T Limfosit yang berperan sebagai penghasil imuniti perbaikan sel (Cell_Mediated Immune System). Apabila virus AIDS menyerang manusia, sistem pertahanan akan dimusnahkan dengan cara virus itu meletakkan dirinya di permukaan T4 Limfosit bagi meggalakkan fungsi T4 sehingga manusia mengalami kelumpuhan sistem pertahanan badan AIDS (Acquired Immunologic Deficiency Syndrome).

Bagi pelaku zina yang belum menikah, mereka mempunyai antibodi T4 Limfosit yang kuat dan masih bertenaga. Jika sekiranya pelaku zina itu sudah dihinggapi HIV selepas perzinaannya, T4 Limfosit akan diserang oleh HIV AIDS yang akan menyebabkan sel-sel T4 Limfositnya musnah sehingga menyebabkannya mati. Sel-sel sum-sum tulangnya tidak dapat lagi menghasilkan sel-sel T4 yang baru dengan jumlah yang banyak karena sebagian dari sel darah putih itu berukuran menjadi benih manusia. Badan akan lemah dan sindrom kurang daya tahan penyakit akan menyerang. Pesakit jenis ini mempunyai kemungkinan untuk disembuhkan. Tetapi dengan syarat: Ia harus dicambuk dan badannya harus mengalami kerusakan sel yang banyak sehingga akan menggalakkan sum-sum tulang mengeluarkan antibodi yang baru. Cara terbaik adalah dengan mencambuk di bagian tulang belakang manusia di kawasan antara bawah tengkuk dan di atas pinggang di bagian belakang tubuh badan manusia dengan sebatan yang akan merangsang penghasilan semula antibodi T4 yang baru dan pesakit tersebut bisa sembuh dari AIDS selepas antibodi sel-sel T4 Limfosit menjadi dua kali lipat jumlahnya daripada jumlah virus AIDS, sehingga ia akan dapat memusnahkan virus AIDS dan manusia selamat dari penyakit AIDS.

Jika pelaku zina tersebut telah menikah, apabila dihinggapi virus AIDS sel-sel T4 mereka telah lemah berbanding dengan sel-sel T4 mereka yang belum menikah. Kelemahan ini disebabkan oleh sum-sum tulang yang kurang menghasilkan antibodi karena fungsinya lebih banyak ditumpahkan ke arah menghasilkan sperma-sperma baru. Pelaku zina jenis ini tidak dapat diselamatkan dari virus AIDS dan rajam sampai mati merupakan penyelesaian terbaik bagi menghindari berjangkitnya dan penyebaran penyakit disamping memberikan pelajaran yang menyebabkan orang lain takut untuk melakukan kesalahan yang sama.

***

Ketika saya membaca penjelasan ini, subhanallah.. semakin menyadarkan saya bahwa ilmu Allah itu sungguh luas. Bahkan segala hal dalam Islam dapat dijelaskan dengan berbagai cara, termasuk sains sekalipun. Seringkali penjelasan-penjelasan semacam ini membuat saya berpikir, jika mereka pandai untuk mencoba memojokkan atau bahkan menjatuhkan Islam maka seharusnya kita lebih pandai untuk mengajak mereka berpikir dengan ilmu Allah, yang sebenarnya sangat dekat dengan mereka dan mampu mereka terima dengan logika mereka.

Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada malaikat seraya berfirman, Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar. Mereka menjawab , Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh Engkaulah Yang Maha mengetahui, Maha bijaksana. (QS. Al-Baqarah: 31-32)

Semoga Allah senantiasa menganugerahkan setitik ilmu Nya pada kita dan menjadikan kita sebagai hamba Nya yang semakin merunduk dan dijauhkan dari kesombongan dan kufur nikmat. Amiinn…

Wallahu a’lam..

-penjelasan di atas dikutip dari www.mail-archieve.com/itb@.ac.id/msg40412.html –

*********

Kenapa di rajam? bukan digantung, ditenggelamkan atau disembelih?

Sejak abad pertengahan bahkan hingga sekarang orang beranggapan bahwa air lah yang paling steril dan dapat mensterilkan. Padahal tanah lah yang lebih steril.

Let see satu contoh pada anjing. Kita tahu bahwa anjing itu najis. Tapi kenapa? Dan kenapa jika terkena air liur anjing harus disucikan dengan air plus tanah? Karena liur anjing itu mengandung banyak bakteri, lantaran kecerobohannya yang menjilati seluruh tubuhnya (bahkan dubur). Telah diteliti bahwa dengan membasuh dengan air saja bakteri itu masih menempel (bahkan digosok-gosok) karena tekstur kulit manusia yang halus. Maka digunakanlah tanah dan baru bakteri itu terangkat, tanah yang mensterilkan.



Kenapa di rajam?

Kalau digantung, bisa jadi virus yang dimiliki oleh pezina itu malah menyebar dan menjangkiti orang-orang disekitarnya (apalagi orang gantung diri atau digantung itu akan mengeluarkan air seni atau ngompol, bagaimana jika air seni itu semakin menyebarkan penyakit).

Kalau disembelih, bisa jadi darah yang menciprat juga akan menyebarkan virus (bagaimana kalau dhinggipai lalat lalu hinggap di makanan).

Dengan tubuh masuk ke tanah, setidaknya tanah akan mensterilkan penyakit tersebut..

… Sesungguhnya Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagi makhluk-makhluk Nya…

-Wallahu a’lam-


~ oleh syamsa pada Oktober 21, 2010.

3 Tanggapan to “Hukum Hudud (Cambuk) dan Rajam bagi Pezina Ditinjau dari Medis”

  1. subhanalloh..tambah ilmu dan semakin yakin bahwa Alloh Maha Kuasa dan Maha Ilmu..nice post.saya tambahkan sebagai teman saya. semoga menjadi ukhuwah yang baik.

  2. budaya abad ke 7 yang dibawa si mamad, sungguh sangat islami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: