Oktober is Pink Ribbon-Month of Breast Cancer Part II (the end)

Oktober is Pink Ribbon-Month of Breast Cancer Part II (the end)

by Risa Rahma Fitriany on Tuesday, October 12, 2010 at 5:29pm

This note is the continued of  “September is cancer month”



Begitu aneh rasanya berada di tempat ini, pertama kali menyerahkan surat rujukan ke petugas receptionist, menunggu di ruang tunggu, dan konsultasi perdana bersama sang dokter.

Namun disinilah cerita baru dimulai, satu syukur yang kadang terlupa yaitu “Nikmat Sehat” . 2 bulan melakukan pemeriksaan di Poli Tulip, dokter memastikan ini hanya peradangan biasa, tidak ada yang perlu dikhawatirkan namun tetap perlu penanganan (meski akhirnya eksisi –semacam operasi minor).

“ Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (55:5)

Sangat bersyukur, mungkin * saya adalah satu-satunya pasien non-cancer  yang berobat di poli cancer, ini semua karena rekap medis saya terlanjur tercover dan tertangani oleh seorang dokter di poli tersebut.

Well, +/- 5 bulan saya berobat disana saya merasa Poli Tulip terasa semakin sesak saja, terakhir kesana 1 bulan yang lalu, saya tidak mendapatkan tempat duduk di ruang  tunggu coba ???

Sebenarnya yang paling membuat saya berkesan dengan Poli Tulip justru ruang tunggunya  -LoHh?-

Kenapa? Karena banyak sekali hikmah yang saya ambil dari obrolan antar  para pasien-pasien kanker  yang sempat terdengar oleh saya *ups! Bukan berarti saya nguping yakz ^^

Obrolan seperti  “sudah kemo berapa kali?” atau “kapan operasi pengangkatan?”

Itu seperti obrolan ringan yang biasa saja  -woww- dan itulah yang membuat saya banyak bersyukur semakin dan semakin merasakan akan nikmat sehat yang Alloh titipkan, kadang nikmat itu terasa begitu berharga justru ketika sang nikmat tercabut so mari-mari sebelum nikmat itu tercabut yukz rasakan dan gunakan dengan baik.

Sekedar bercerita sebagian besar pengunjung Poli Tulip adalah wanita dengan usia diatas 35 tahun sebagian besar penderita (sepertinya, berdasarkan hasil obrolan saya kesan dan kesini serta sok kenalnya saya) adalah Kanker Payudara.

Ini juga yang membuat saya menjadi lebih waspada tentang kesehatan payudara (bukan hanya saya saja, tapi juga untuk para pembaca). Dari beberapa hal yang mereka sempat ceritakan adalah

TIDAK ADA !!! TANDA-TANDA yang menyakitkan dari penyakit ini (Breast Cancer), jadi kebanyakan dari mereka baru menyadari tentang penyakit yang dideritanya setelah sampai pada stadium diatas 2, dan finally tidak ada tidakan lain selain pengangkatan payudara. Subhanalloh

Karena seringnya saya bolak balik ke Poli, lumyanlah banyak ilmu tentang kanker yang saya dapat selain dari pasien eh saya dapat buku gratis ini :

Saya dan seorang teman (yang menemani saya berobat) ngambil buku ini di rak ruang tunggu…huhu usut punya usut ternyata buku ini diperuntukan bagi mereka yang sudah terdiaknosa kanker payudara hahaha baru nyadar pas baca buku ini di rumah…dan rasanya tidak mungkin mengembalikan buku yang sudah terambil ini hehehe.

*mungkin nanti InsyaAlloh  di note berikutnya saya akan mencoba meresume isi buku yang saya dapat

Sedikit ilmu yang bisa saya bagi sebuah gerakan Pita Pink atau Pink Ribbon, yaitu sebauh gerakan yang mengajak wanita peduli dengan payudaranya, kanker payudara bukanlah penyakit yang mengerikan dan tidak bisa disembuhkan, ini penyakit  yang sangat mungkin bisa disembuhkan jika terdeteksi sejak dini, oleh karena itu mari kita mulai untuk peduli sejak dini dengan medical chek up. Standar pemeriksaan untuk  Breast Cancer biasanya dengan Mamografi, kita bisa melakukan ini di Poli Kebidanan di klinik atau rumah sakit.

Yukz sayangi payudara kita sejak dini dan support para penderita kanker sebagai bentuk kepeduliannya ^^

Semoga bermanfaat

~ oleh syamsa pada Oktober 13, 2010.

2 Tanggapan to “Oktober is Pink Ribbon-Month of Breast Cancer Part II (the end)”

  1. Kapan to kamu bolak balik ke poli Tulip? sayang kita belum saling kenal ya, padahal aku sudah 6 th bolak balik ke bangsal HD (tetangga Tulip) untuk menjalani HD seminggu 3X.
    Syukur ALH kamu terhindar dari penyakit yang masih misteri itu…..semoga kamu seterusnya diberi kesehatan oleh Allah swt.
    Kalo kamu sudah membaca kisahku, kamu akan tahu betapa banyak sekali nikmat yang sudah dicabut oleh Allah dari diriku : nikmat beribadah, nikmat merasakan minum, nikmat makan dan banyak nikmat lain sudah hilang dalam waktu sekejap.

    • inggih bapak…

      siap !!! saya akan baca rubrik 4 -6 seri tulisan bersambung ^^

      wah mggu kmrn harusnya saya balik ke Tulip bapak…tapi rodo males he3

      awalnya saya sakit Lympadhenitis…di leher sebelah kiri sampe bengkak besar dan akhirnya pecah dan bla..bla…bla panjang ceritanya pak

      nanti mgkin akan saya tulis kisahnya biar bisa berbagi

      karena luka eksisinya, sampe sekarang saya masih pake dan rutin ganti perban pak…

      *begitu kisah singkatnya🙂

      betul nikmat sehat luar biasa ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: