Gara2 baju hamil…”Bunda, darimana datangnya Adik Bayi?”

Senin tanggal 14 Juli 2008 jam 09.00 WIB dengan suhu udara ±29 C (jogja saat itu kurasa cukup panas) aq dan seorang temanku (emma) jalan2 ke sebuah pusat perbelanjaan di jogja (tepatnya di malioboro). Aq dan temanku masuk ke sebuah Mall karena melihat ada discon gede-gedean (biasa insting wanita…He3) SHOPPING?!

Bisa dibilang gitu dech. Akhirnya setelah mengacak-ngacak tumpukan baju dengan papan bertuliskan “Discon 50%” aq n temanku menemukan baju panjang yang syar’i (sangat susah loh u/ menemukan baju syar’i dengan discon gede). Baju syar’i yang kumaksud disini tidak tembus pandang, tebal, longgar, tidak sempit n klo dipake ga’ketat alias ga’memperlihatkan lekuk tubuh. Blus coklat kerut belakang berukuran ‘L’ dengan merk “St. Yves-Mom” langsung ja aq embat, ehh ga’juga dinkz! Aq liat harganya dulu he..he..33x. Harga yang tertera Rp.99.000, discon 50% kira2 jadi Rp.49.500, yach harga yang lumayanlah u/ seorang mahasiswi yang tinggal jauh dari ortu dan harus ngekos plus ngatur keuangan sendiri seperti aq.

Sampai di kos langsung dech aq coba. Ehm bagus  warna coklat tua yang eksotik (menurutku gtu) Tapi kayaknya da yang aneh?! Olala…dari modelnya aq baru sadar klo ini ternyata baju hamil Haha…Dari beberapa pendapat teman, klo baju ini aq pake ga’kelihatan kayak baju hamil koq,coz ketutup ma kain kerudung. So aq berani2 ja u/ memakainya, malah aq sempat bergumam

“Aq akan memakai baju ini hingga suatu saat aq benar2 hamil!” (We..e..e, calon ja blom punya, masak dah mikir hamil-imajinasi yang aneh-he3)

 

Gara-gara baju itu aq ingin menulis dan search sesuatu tentang pertanyaan seorang gadis kecil.

“Bunda, dari mana datangnya adik bayi?”

Kurasa itu pertanyaan yang lazim yang mungkin akan ditanyakan oleh setiap anak ketika si anak mulai mengenali seksualitasnya dan mereka sudah lebih sadar akan dunia di sekitarnya. Kira2 klo kalian-terutama para ibu tw calon ibu-ditanya oleh putra/putrimu dengan pertanyaan diatas, apa jawabanmu? Bingung! Itu yang biasanya dialami orang tua. Kapan sebenarnya saat yang tepat memberikan pendidikan seks pada si kecil? Bagaimana caranya? Anak-anak usia prasekolah memang suka mengajukan pertanyaan seputar masalah seks. Biasanya, pertanyaan yang sering muncul adalah umum dan terpusat pada perbedaan anatomi tubuh, kehamilan, serta kelahiran. Hal ini normal.

Menurut pakar psikologi perkembangan anak, Elizabeth B. Hurlock, ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa anak usia ini sangat berminat pada seks. Salah satunya ialah kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, saat ibu atau anggota keluarga dan tetangga melahirkan bayi, membesarnya tubuh wanita selama kehamilan yang diikuti oleh mengecilnya perut setelah kelahiran. Lantaran itulah para ahli sependapat, orangtua harus memberikan jawaban, apa pun pertanyaan si anak. Hal ini penting loh! Bukan hanya sekadar untuk memuaskan rasa ingin tahu anak semata, tapi juga agar si anak kelak terhindar dari penyakit jiwa yang berkaitan dengan seks.Dari penelitian, sekitar 50% penyimpangan seks yang terjadi di usia dewasa disebabkan sejak usia dini mereka tak pernah mendapatkan pendidikan seks (Wah2 ngeri juga ya).

Beda kalau dari kecil sudah ada keterbukaan tentang seks, menurut seorang Pakar Biologi dari IKIP Jakarta, Prof. DR. Suhargono Hadisumarto “Nanti anak tak akan melakukan yang tidak-tidak atau mencoba-coba untuk tahu mana yang boleh dan tidak,” Selain itu, penting memberikan pendidikan agama dan budi pekerti sehingga si anak bisa terhindar dari penyimpangan seks. Soal kapan tepatnya memberikan pendidikan seks pada anak, menurut Suhargono, tak ada waktu yang pasti. Tergantung kepekaan si anak. Jangan buat target, karena perkembangan tiap anak berbeda-beda.Yang pasti, ketika anak mulai bertanya, inilah kesempatan bagus bagi orang tua untuk memberikan pendidikan seks. Karena hal itu menunjukkan anak sudah peka dan sudah mulai berpikir. Biasanya terjadi di usia 3 tahun. Ada dua kemungkinan anak bertanya:Karena ia memang ingin tahu atau cuma ingin menarik perhatian orang tua. Dalam menjawab, kita harus mengatakan hal yang sebenarnya dan jangan berbohong. Bila kita berbohong, sama dengan mengajarinya untuk berbohong. Penghargaan terhadap orang tua akan turun setelah si anak tahu bahwa ia dibohongi, sementara selama ini orang tua mengajarinya tak boleh berbohong. Yang juga harus diperhatikan ialah gunakan bahasa sederhana, sesuai usia anak. Jadi, jangan berikan jawaban secara detail. Jangan pernah menghindar dari pertanyaan anak.

Ingat, anak kecil akan selalu berusaha mencari jawab atas rasa ingin tahunya!

Kalau Anda tak mau menjawab atau ia belum puas, maka ia akan bertanya kepada siapa saja sampai ia puas. Syukur bila ia bertanya pada orang lain yang tepat dan bisa memberikan jawaban yang benar pula. Tapi kalau tidak, bagaimana? Celakalah si kecil. Anda pula yang repot nantinya.Yang tak kalah penting ialah gunakan nama atau istilah yang benar. Misalnya penis untuk alat kelamin lelaki, bukan “burung”. Atau vagina untuk alat kelamin wanita, bukan “dompet”. Jangan sampai anak lelaki Anda selalu memegangi penisnya karena takut sang penis “terbang” dan tak kembali lagi. Karena dalam persepsinya, sang penis sama seperti burung yang bisa terbang.

Untuk para ortu penting! Jangan sampai salah didik. Apalagi para ibu or calon ibu (seperti diriQyu Amiin…InsyaALLOH).Bagi anak mungkin ibu adalah Madrasah paling agung, perpustakaan paling lengkap, kelas paling nyaman, lapangan paling lapang yang tak bisa digantikan oleh gedung-gedung tak bernyawa. Lebih !!!

IBU, tak satupun pria bisa menggantikannya karena surga ditelapak kakinya


~ oleh syamsa pada Juli 23, 2008.

2 Tanggapan to “Gara2 baju hamil…”Bunda, darimana datangnya Adik Bayi?””

  1. salam kenal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: