Berawal dari bulan Ramadhan tahun lalu GaZa (Gadis-gadis penuh aZzam) yang saling bersahabat berazzam (berniat) untuk menghafal surat Ar-Rahman. Dua orang diantaranya “si Bawel” dan “si Polos” berfikir hal yang sama, terinspirasi keagungan surat Ar-Rahman, keduanya berkeinginan kelak mahar mereka ketika menikah adalah tasmik surat Ar-Rahman.
Adalah hak seorang wanita meminta mahar kepada calon suaminya, seperti kisah Ummu Sulaim yang berselera tinggi dengan meminta mahar keIslaman Abu Thalhah.
Al Imam An Nasa`I dalam qitab Sunan-nya meriwayatkan kisah pinangan Abu Thalhah kepada Ummu Sulaim. Ia mengisahkannya melalui lisan putra tercinta Ummu Sulaim, Anas ibn Malik, bahwa ia berkata:
Abu Thalhah telah melamar Ummu Sulaim. Maka Ummu Sulaim berkata, “Demi Alloh, tiada mungkin seorang seperti dirimu wahai Abu Thalhah, akan ditolak lamarannya. Tetapi engkau adalah laki-laki kafir, sedang aku seorang muslimah. Tiada halal bagiku untuk menikah denganmu. Tetapi jika engkau masuk Islam, maka itulah maharku, dan aku tidak akan meminta kepadamu selain itu.”
Maka Abu Thalhah masuk Islam, dan itulah mahar pernikahannya dengan Ummu Sulaim. Tsabit, salah seorang perawi hadits berkata , “Aku belum pernha mendengar sama sekali seorang wanita yang lebih mulia maharnya daripada Ummu Sulaim, yakni Islam. Setelah Abu Thalhah masuk Islam dan mereka menikah, mereka dikaruniai seorang anak”
(HR An Nasa`i)
Bahkan mereka telah mendeklarasikan berkeinginan untuk menikah pada tanggal, bulan dan tahun yang sama ( ini berdasarkan pertimbangan hasil sebuah quis di Facebook yang mereka berdua ikuti punya result yang sama- anehnya?!?!, ini hanya salah satu bentuk keanehan dari kisah persahabat ini). Dan lebih detailnya mereka berkeinginan untuk menikah di hari Jumat.
Sungguh indah rencana manusia namun ternyata jauh lebih indah rencana Alloh, setelah dua orang sahabat ini berhasil menghafal surat Ar-Rahman, ternyata Alloh menghendaki “ si Rame” (salah seoarang sahabat mereka yang lain) untuk menggenapkan separuh diennya terlebih dahulu.
“Jika seorang hamba menikah, maka telah menjadi sempurna separuh agamanya. Maka hendaklah bertaqwa kepada Alloh pada setengah yang lainnya” (HR. Al Hakim dan Ath Thabrani dari Anas ibn Malik, Al Albani berkata: hasan)
Tepat pada hari Jumat tanggal 9 Januari 2009 si Rame melaksanakan akad nikah dengan mahar:
1. Tasmik Surat Ar-Rahman
2. Buku Fiqh Keluarga dan
3. Sepasang cincin emas
“dan berikanlah maskawin(mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati.” (an-Nisa :4)
Sungguh ini membuat hati si Polos dan si Bawel “sedikit” cemburu namun “banyak” bahagia
Bahagia karena berkesempatan menyemak tasmik surat A-Rahman saat akad nikah
Bahagia karena merasakan nuansa pernikahan di hari jumat
Dan yang lebih bahagia karena “tiada kebahagian seorang saudara melainkan kebahagiaan saudaranya yang lain”
Barakallah ukhti…
Berharap tetap bisa menjalin persahabatan walaupun kau telah bersamanya, ingatkah kau momen-momen yang pernah kita lalui bersama? Riyadoh, rihlah, mabid, jalan bareng, nonton bareng, belanja bareng, makan bareng sampe curhat bareng.
Kami turut berbahagia, semoga mitsaqhon ghalidha ini semakin membuatmu mudah untuk menuai keberkahan-keberkahan hingga “Para bidadari akan cemburu padamu”
Dari Mu`adz ibn Jabal, ia Radhiyallahu`anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu ;Alaihi wa Sallam bersabda, “Tiada seorang istri menggodai suaminya, melainkan bidadari calon istrinya di surga berkata : ‘Jangan ganggu dia, semoga Alloh membunuhmu…Ia hanya sementara ada di sisimu dan hampir meninggalkanmu untuk kembali kepada kami”
(HR. At Tirmidzi)
with luv BMC
